Rekomendasi 5 Masjid Megah dan terindah di Turki, WAJIB dikunjungi.
1. Hagia Sophia
Masjid di Turki yang satu ini terbilang sangat populer sebagai salah satu destinasi andalan dari Turki. Yaitu masjid Hagia Shopia yang merupakan masjid penuh akan sejarah didalamnya. Masjid ini dibangun pada tahun 537 M sampai 1453 M pada masa pemerintahan Kaisar Theodosius. Pada awalnya dibangun sebagai katedral ortodoks. Kemudian difungsikan sebagai masjid pada masa kekuasan Kesultanan Utsmani tahun 1453 – 1931, PADA SAAT ITU Sultan Mehmed ll menaklukkan Istanbul. Tahun 1935 oleh republik Turki hagia shopia diubah lagi fungsinya yaitu menjadi museum. Hingga pada 10 Juli 2020 oleh pemerintah Turki yang sekarang Hagia Shopia kembali difungsikan sebagai masjid.
Masjid ini juga menjadi museum yang memiliki warisan budaya kristen dan muslim di dalamnya. Didesain dengan aritektur megah, yang memiliki basilika tertutup kubah magnificent setinggi 55,60 m dan diameter 30,80-31,88 m. Dilengkapi pula dengan 40 bingkai timbers dan 107 pilar yang membuat masjid ini semakin megah.
Sumber Gambar: kawa-news.com
Sumber Gambar: citybook.pk
2. Blue Mosque
Masjid ini merupakan objek wisata Istanbul yang populer sehingga dapat ramai dikunjungi pengunjung pada siang hari, terutama di musim panas. Masjid berlokasi tepat di pusat Sultanahmet, distrik kota tua kota, dengan kubah dan menara saingan arsitektur langsung ke Hagia Sophia (Aya Sofya) mendominasi sisi berlawanan dari Sultanahmet Square.
Dibangun oleh arsitek Ottoman Sedefkâr Mehmet Ağa pada masa pemerintahan Sultan Ahmet I (memerintah 1603-1617), masjid ini adalah cap kekuasaan kekaisaran Ottoman, dengan enam menara yang kontroversial (sama dengan jumlah yang sama dengan masjid agung Mekah). Aula sholat yang besar menggunakan 21.000 ubin Iznik untuk menghias interior. Masjid mendapatkan monikernya dari nada biru yang umum digunakan pada ubin.
3. Masjid Sulaimaniyah
Masjid Sulaimaniyah merupakan masjid terbesar di Istanbul, bahkan lebih besar dibanding Masjid Biru sehingga tak heran jika masjid ini menjadi ikon kota Istanbul itu sendiri. Pada tahun 1550, masjid ini dibangun oleh Sultan Sulaiman I yang didesain oleh arsitek ternama Mimar Sinan, arsitek paling terkenal di era Ottoman.
Ukuran lebar masjid ini adalah 58 meter dengan panjang 59 meter, dengan desain bangunan Islam yang digabungkan dengan desain Byzantium. Sehingga terbentuklah arsitektur masjid yang megah dengan desain kubah besar dan menara menjulang tinggi yang ramping. Masjid ini memiliki keunikan dibanding masjid lainnya, karena tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah, melainkan juga digunakan sebagai fasilitas umum seperti madrasah, perguruan tinggi, tempat pemandian umum, rumah sakit, serta dapur.
Sumber Gambar: masjiduna.com
Sumber Gambar: media.ruebarue.com
4. Masjid Rustem Pasha
Masjid Rustem Pasha memiliki ciri khas kemegahan arsitektural Ottoman dengan bangunannya yang berbentuk segi delapan. Sehingga, bisa dikatakan bahwa masjid ini merupakan sebuah bukti megahnya arsitektural Ottoman di Istanbul. Diberi nama masjid Rustem Pasha, karena masjid ini dibangun oleh seorang menantu Sultan Suleyman bernama Rustem Pasha yang merupakan salah satu orang paling kaya di dinasti Ottoman. Masjid Rüstem Paşa (Rüstem Paşa Cami) dibiayai oleh wazir agung Sultan Süleyman I Rüstem Paşa yang di bangun oleh arsitek Sinan.
Panel ubin Iznik di Masjid dengan desain bunga dan geometrisnya, menghiasi dinding eksterior dan interior masjid. Karena skala masjid yang lebih manusiawi, di sini lebih mungkin untuk memeriksa karya seni mereka yang halus daripada terpesona oleh skala dan jumlah pekerjaan ubin.
Masjid ini terletak di atas permukaan jalan, sehingga tidak mudah terlihat oleh orang yang lewat. Tangga yang tidak mencolok dari jalan, membawa Anda naik dan turun ke teras di depan masjid.
5. Masjid Ulu Camii
Masjid Ulu Camii ini terletak di Bursa Turki, yang dibangun oleh Sultan Bayezid pada tahun 1396 dan selesai pada tahun 1399. Ulu memiliki arti sebagai Besar atau Agung dalam bahasa Arab, sementara itu Camii memiliki arti sebagai Masjid, sehingga Ulu Camii dapat diartikan sebagai masjid Agung. Arsitektur bangunan ini memiliki gaya arsitekrual seltjuk yang dirancang oleh arsitek ternama Ali Neccar.
Berdasarkan sejarahnya, awal mula dibangunnya masjid ini adalah karena Sultan Bayezid berjanji akan membangun 1 masjid jika memenangkan 1 peperangan Nicopolis. Terhitung sudah 20 peperangan yang ia menangkan, sehingga masjid yang dibangun seharusnya ada 20. Namun, karena kondisi keuangan pada saat itu sedang tidak baik sehingga Sultan Bayezid berkonsultasi dengan para ulama. Kemudian, didapatlah sebuah solusi yaitu dengan membangun sebuah masjid dengan jumlah menara sebanyak peperangan yang telah dimenangkan yaitu 20. Oleh karena itu, masjid ini memiliki 20 menara dengan desain dan ornamen kaligrafi unik di dalamnya.
Sumber Gambar: tourketurki.com






